|
Pesan dan simpati anak-anak Gaza itu disampaikan di Marble Arch, London, yang didengarkan oleh ribuan kaum Muslim yang berkumpul di sana. Mereka berkumpul untuk mendengarkan suara anak-anak untuk anak-anak Gaza dan orasi dari sejumlah pembicara, sebelum mereka melakukan long march ke Kedutaan Besar Negara-negara Arab. Sekuarang-kurangnya 410 orang anak-anak Gaza syahid, dibunuh oleh penjajah Israel, tanpa sedikitpun perlindungan dari tentara-tentara Muslim di negeri-negeri Islam. Mereka dibantai, harapan-harapan masa depannya untuk terbebas dari penjajahan dan di bawah naungan Islam terkubur sudah. Namun, anak-anak Muslim di dunia, khususnya di London tidak tinggal diam. Mereka berbicara untuk saudara mereka di Gaza. Sejumlah anak-anak sambil memegang poster yang berisi seruan kepada tentara-tentara Muslim untuk melindungi Gaza bejejer di depan spanduk besar bertuliskan "Tentara Muslim, Lindungi Anak-anak Gaza! - Hizbut Tahrir Britain". Beberapa poster bergambar para syuhada anak-anak Gaza di bawa oleh sejumlah anak-anak itu. Poster-poster itu berisi pesan tertulis, "Siapa yang akan melindungi anak-anak Gaza?" Sebuah sajak dibacakan oleh dua orang anak, "Liberate Gaza, liberate Palestine! Where is the Army Muslimin?" "Bebaskan Gaza, bebaskan Palestina, Di manakah tentara-tentara Muslimin?" Beberpa perwakilan menyampaikan orasi menyerukan para penguasa Arab untuk mengerahkan pasukannya menyelamatkan Gaza. "Anya jundul muslimin li tahriri falistin?" tanya Taji Mustafa, perwakilan Hizbut Tahrir Britain diikuti ribuan peserta, "Di manakah tentara-tentara Muslim untuk membebaskan Palestina?" Selepas mendengarkan orasi dari beberapa tokoh Muslim Inggris, ribuan peserta aksi melakukan long march menuju kedubes negara-negara Arab. Di barisan depan, sejumlah peti mati yang terbungkus bendera roya serta tulisan "Dibunuh oleh Assad", "Dibunuh oleh Mubarak", "Dibunuh oleh Raja Abdullah", "Dibunuh di Gaza" di bawa oleh sejumlah pemuda. Sejumlah anak-anak juga membawa peti jenazah kecil bertuliskan pesan yang sama. Subhaanallah, demikianlah geliat kebangkitan umat Islam di salah satu negeri di Eropa. Generasi-generasi masa depan Muslim London bersuara. Mereka tak bisa diam saat saudara mereka di Palestina dibantai. Mereka pun tak bisa diam saat saudaranya dibantai, sementara para penguasa Aarab malah bersekongkol dengan sang pembantai itu. Bahkan, suara mereka dan panggilan mereka untuk kaum Muslim dunia itu dapat disaksikan oleh siapa pun melalui saluran internet [Lihat: Aksi Untuk Anak-anak Gaza di London Disaksikan Langsung di Berbagai Negeri - LIVE NOW!]. Mereka pun menyatakan, hanya Khilafah yang dapat membebaskan Palestina dan mengusir penjajah Israel. Jika di Inggris saja, anak-anak Muslim berani mengatakan solusi tegas bagi pembebasan Islam itu, dan rindu umat bersatu di bawah naungan Khilafah yang mampu mengembalikan kehormatan, lalu bagaimana dengan anak-anak muslim di negeri ini? [ft/z/mslmd/htb/syabab.com] Galeri Foto:
|
Min adz-Dzulumaati ilaa an-Nuur
16 tahun yang lalu

why i can't i read the article clearly????
BalasHapussalam dari nyobinulis.blogspot.com